Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat

Yakin Gak Sombong?

Waktu menunjukkan pukul 22.31 dan hebatnya saya masih melek (gak usah heran gitu lo, biasa aja mukanya 😏). Mungkin ini efek satu cangkir capuccino saat les tadi (bukan peminum kopi jadi sekali minum efeknya bisa 2 hari, gak percaya? tanya temen satu KKN wkwk). Oke lanjut ke topik malam ini, saya mau bahas soal dua kata, kritik dan sombong . Dua kata tersebut sedang nge-kos di pikiran saya akhir-akhir ini. Hal itu bermula ketika saya merenungkan apa arti sebenarnya dari sombong. Islam menjelaskan bahwa sombong (takabbur atau al-kibr dalam bahasa syariat) adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia , seperti yang disampaikan dalam hadist berikut. Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda   الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ   “ Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia .” [H.R. Muslim, no. 2749, dari ‘Abdullah bin Mas’ûd] Artinya, sombong berbeda dengan 'ujub . 'Ujub hanyalah membanggakan diri tanpa meremehkan orang...

Antara Penyakit Tumbuhan dan Penyakit Diri

Sumber:oliverk.org Tahu nggak ini taneman kena penyakit apa? Nama penyakitnya fasiasi, dengan gejala batang jadi melengkung dan gepeng! Alias nggak bulat lagi. Mungkin aku sekarang lagi kena fasiasi juga -_- Diare oh diare, you've made me being "the weakest people"

Please, don't judge anymore!

Saya pernah menuliskan sebuah artikel "konspirasi kampus" dan memang tema itu sempet nge- hit di kalangan teman-teman mahasiswa baru. Sampai-sampai saya dibanjiri banyak pertanyaan :3.  Tapi kita tidak akan membahas itu, ya. Siapa yang gak mau jadi mahasiswa? Bagi sebagian orang, menyandang status mahasiswa itu terkesan "high class", serasa seperti orang "berilmu" dan bukan pengangguran. Bagi yang merantau (terutama dari sudut Indonesia, hehe) , jadi seorang mahasiswa seperti sebuah kebanggaan karena mereka yang kelak akan memajukan daerah mereka, menjadi bagian penting dari sejarah kampung halaman #cie. Setelah menjalani kehidupan kampus -1 tahun berlalu-, banyak mahasiswa yang secara sadar atau tidak sadar men- judge teman-temannya dengan sebutan "kupu-kupu" (kuliah pulang-kuliah pulang), ada juga "kura-kura" (kuliah rapat-kuliah rapat), "kunang-kunang" (kuliah nangkring-kuliah nangkring), "kuda-kuda" (kulia...

Tentang Profile Picture

Tujuan saya menulis artikel ini untuk menjawab beberapa pertanyaan teman-teman, sahabat, kerabat atau orang yang "berteman" dengan saya di facebook maupun jejaring sosial lainnya. Pertanyaan yang sejak SMA sampai sekarang selalu eksis . Pertanyaannya simpel, " Tak (panggilan akrab ke saya), kok facebook-mu nggak ada fotonya?" atau " Tak, kok pp-mu ( profile picture ) kamu nggak kamu kasih fotomu?" atau " Tak , kok foto di facebookmu hadapnya ke belakang?". Terkadang saya iseng menjawab seperti ini, " Hayo coba tebak kenapa?". Alhasil jawaban mereka penuh dengan dugaan. Ada yang bilang, "Takut digodain sama cowok, ya?". Kalau jawabannya begitu saya jawab, "Kayak nggak ada perempuan lain aja yang digodain". Ada juga yang gantian iseng menjawab, "Apa kamu menyembunyikan kecantikanmu? Tapi kan kamu nggak cantik." Wah, kalau yang ini jawabannya jlep jlep jlep, sakitnya itu di sini (sambil nunjuk ke atas -be...

Rezeki implisit

Akhir-akhir ini saya melupakan sebuah hal yang sangat penting. Sayangnya, saya baru menyadari ini setelah keadaan saya seperti ini. Rezeki, jodoh dan kematian telah digariskan Alloh. Sebagai manusia, kita hanya dituntut untuk selalu berdoa dan berusaha. Rezeki? Terkadang kita hanya berpikir bahwa rezeki hanyalah berwujud harta benda. Saat kita merasa cukup dengan harta benda yang kita miliki, permohonan rezeki kepada-Nya justru semakin pudar Seakan-akan nikmat rezeki hanyalah harta benda yang kasat mata. Lantas, pantaskah kita tak berdoa hanya karena harta benda kita sudah cukup? Sejatinya rezeki tidak sebatas dengan harta benda. Bagaimana jika hari ini kita melihat saudara kita yang terbaring sakit sedangkan diri kita masih mampu berjalan tegak? Bagaimana jika hati kita bergejolak karena rasa ketentraman telah dihilangkan? Sungguh manusia sangat ingkar ketika sehat ia tak berdoa pada Allah agar ia tetap sehat. Sungguh manusia sangatlah hina, saat hatinya tenang dan tentram, ia ti...

Konspirasi Kampus, Akankah Berlanjut?

Sulit untuk menuliskan hal seperti ini. Bayangkan saja jika Anda sudah terlanjur punya seribu jawaban atas satu pertanyaan, maka jawaban mana yang Anda pilih? Menjadi mahasiswa awal di kampus adalah kebahagiaan tersendiri bagi beberapa orang. Tidak terkecuali saya, menjadi mahasiswa baru berarti menjelajahi konspirasi kampus. Baiklah, kita mulai perjalanan kita... FORMULIR "KEPO" Memasuki gerbang utama kampus saat pendaftaran awal adalah hal yang menarik buat saya. Ya, konspirasi kampus telah dimulai. Hal pertama yang dilakukan adalah mengisi banyak sekali formulir. Teringat apa yang saya lakukan pada adik kelas saya sewaktu mereka baru masuk ke SMA. "Dek tolong diisi angketnya ya". Padahal angket tersebut bukan resmi dari sekolah tetapi buatan kita-kita yang mau kepo adik-adik siswa baru. Hal ini pula yang terjadi pada diri saya saat menjadi mahasiswa baru. Mengisi formulir inilah, mengisi angket inilah. Mungkin juga yang ngasih formulir atau an...

Sosok Jahat

Kalau liat foto itu pasti kebayang jahatnya saya dulu. Hehe. Emang sih, dulu masih sok jadi pemimpin yang kerjanya nyuruh-nyuruh tanpa kerja. Jadi ceritanya foto itu diambil pas kegiatan CAMTERAS (Camping Temu Remaja Islam) tahun 2011 (masih masuk awal SMA). Nah pas outbond ada permainan kepemimpinan.. Saya sebagai ketua regu harus mengarahkan teman-teman saya buat masukin bola di atas koran ke wadah dengan mata tertutup. Waktu itu malah jadi teriak-teriak karena panitianya brisik sekali (ganggu tenannn -_-). Alhamdulillaah bolanya bisa masuk wadah horeeeeeeee Ah, ada cerita lucu lagi. Sewaktu perjalanan malam, kita dikasih amanah untuk menjaga balon sampai ke pos terakhir. Nah, balonnya dipegang salah satu teman, waktu itu dia masih kelas 6 SD. Mungkin karena belum pernah ikut permainan ini, adikku yang satu ini malah ngasih balonnya ke panitia yang bukan di pos akhir. Alhasil kita kalah deh di pos amanah ini. Nah karena dulu emosi saya masih labil, nggak bisa nahan marah n...

Antara UKT dan BIDIK MISI

Ada fenomena yang menarik di kampus saya. Jika banyak orang berlomba-lomba buat dapet bidikmisi, di kampus saya gak perlu nangis berlumuran darah untuk dapet bidikmisi. Cukup bermodalkan yakin pada diri bahwa kita masuk ke kriteria bidikmisi, serrrrrr jadilah bidikmisi ada di tangan (tentu tetep pake syarat yang berlaku, gak asal dapet). Hal itu bisa terjadi karena kuota bidikmisi di kampus saya banyak banget, istilahnya "turah-turah" alias "sisa-sisa". Tidak dipungkiri, ada perasaan iri dari pembayar UKT (istilah untuk mahasiswa yang bukan bidikmisi)  pada mahasiswa yang mendapat bidik misi. UKT sendiri adalah Uang Kuliah Tunggal dimana mahasiswa "tinggal" membayar setiap semester dengan nominal yang sama tanpa ada uang muka di semester pertama. Jika di fakultas saya, pembayar UKT harus membayar Rp5.300.000,- tiap semester sedangkan bidikmisi gratis. Sebagai salah seorang pembayar UKT, saya sih gak merasa iri-iri amat. Justru saya bersyukur saja, bany...

Dilema...

Dilema berat kadang membuat badan ini semakin terpuruk. Tetapi urusan hati lebih menyakitkan lagi, lebih dari terpuruk, bahkan seperti terhantam oleh meriam! Jika membiarkan hati ini terus menerus hancur, maka saya pastikan bahwa saya akan mengambil jalan lain yang sangat ekstrim, melebihi cara orang yang membuat nurani dan bibir saya berkecamuk. Saya mungkin bisa menyembunyikan itu semua, tapi suatu saat akan ada kebenaran yang lebih indah dari drama menyedihkan ini. Terakhir, saya hanya ingin menyusuri jalan dakwah ini dengan hati yang tulus, tanpa terpaksa, tanpa sebuah "lambang". Dan biarlah orang mengatakan saya adalah satu dari seribu orang yang "berguguran di jalan dakwah"... Tapi saya yakin, akan ada seribu jalan lain dalam dakwah... disini, bersama kalian, bersama wajah-wajah pengabdian! Islam adalah satu, satu adalah islam. “Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim lainnya. Tidak boleh menganiaya ataupun. Membiarkan dianiaya. Barang siapa me...

Impian Baru

Dunia impian memang tak terbatas. Menembus pasir, terbang menuju awan, berlarian di bukit penuh ice cream. Ah, namanya saja impian. Impian memang tak pernah punya salah, siapa saja bahkan gajah kecil yang berharap punya sebuah sepatu roda. Impian yang tak terjamah bukan berarti tak ada impian yang tercapai. Dan kau tahu, impian yang tak terjamah memang sebenarnya tak bisa mencapaimu. Roda berputar, angin berhembus, bulu berterbangan. Apakah ada relasinya? Jelas, roda yang berputar akan membuat hembusan angin di sekitarnya, bulu pun berterbangan. Dan impian layaknya sebuah jalan bagaimana impian akan mempengaruhi kehidupanmu dan orang lain juga. Impian terbesar dalam waktu lima tahun ini adalah menjadi seorang dokter. Well, walau mimpi ini tidak bisa aku capai saat ini sebenarnya aku bisa saja mengulang tes tahun depan atau tes di perguruan swasta saat ini juga. Entah lah, terseret ke jurusan hama penyakit tanaman membuat aku lebih tersadar, besarkan matamu Itak, kau nggak mau kan...

Kisah Abal-Abal Tapi Bermakna :)

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaah, segala puji hanya milik Allah Azza Wa Jalla, sholawat selalu terlimpahkan pada penutup para nabi, Rasulullaah Muhammad shalallahu alayhi wassalam. Beberapa kisah singkat ini mungkin mewakili berjuta kisah dalam hidup saya. Apa pun yang terjadi dalam kisah ini,  toh  ini juga sudah terjadi. Kalau memang ada kesamaan perilaku yang tergambar pada cerita ini, anggap saja ini bukan Anda. Atau jika Anda memang bijak, ambillah semua hikmah di balik cerita ini. Yakinlah, saya tidak akan mengungkap hal yang bersifat pribadi. Ini hanyalah cerita penuh hikmah, insyaAllah. --Bagian Pertama-- Tentang Sebuah Nama Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Tak terkecuali memberikan sebuah nama yang terbaik untuk anak-anaknya. Tapi kenyataannya saya tidak merasa diberi nama yang baik. Waktu itu usia saya lima tahun. Usia yang terbilang sangat muda untuk menyelesaikan teka-teki yang rumit ini. Saya terlanj...

Shocking Month #2; Pelajaran Berharga dari Ayat-Mu

Terkadang atau selalu –bahkan- kita harus mengerti bahwa hidup nggak mungkin selalu ‘mulus’. Alhamdulillaah Allah menyadarkan saya dengan nilai rapor yang cukup tidak memuaskan. Awalnya shock, bingung, dan bertanya ‘why did I get those scores?’. Saya baru sadar kalau saya nggak pernah punya niat untuk berbuat kesalahan di kelas, seperti kata pepatah ‘kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi maka tubuh kita akan menjadi wangi pula’. That was being in my life (yesterday, yesterday not tomorrow insyaAllah). Sudahlah lupakan kebodohan di masa lalu. Tapi tenang Pak KPK, saya nggak mau korupsi meskipun sebiji sawi. #Njuk? Keadaan ini sempat buat saya menurunkan standar buat masuk perguruan tinggi. Pesimis pasti ada karena nilai rapor semester ini yang paling menentukan. Tapi kalau dipikir-pikir buat apa kita berpesimis, bukankah Allah Maha Segalanya? Tanah yang tandus bisa menjadi subur dengan kehendak-Nya dan satu yang mungkin kita lupakan. Bahwa tanah yang subur dan siap...

niat yang terucap, tak terkatakan dalam hati

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin d...

komentar (?)

bismillaahirrohmaanirrohiim Banyak yang salah sangka soal post-ingan sebelum ini Yang terpenting, ambil yang bermanfaat buat antum/na dan tetap berdakwah :). Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. (Q.S Al-Insyiqaq : 6)

F a n a

Sholawat dan salam semoga tercurah pada penuntut umat, penyala api dalam kegelapan, pendamba umat yang bersatu. Entah, mungkin satu kata yang terucap tak membuat antunna peduli. Entah, mungkin satu masa yang akan berlalu, tak membuat manusia peduli tuk bersegera menanamkan buih ketaqwaan. Dunia ini, apa sih yang tidak mungkin? Mungkin, mungkin, mungkin. Bagaimana dengan kata bisa, bisa, bisa ? Berkata seperti itu  gampang mungkin. Tidakkah antunna mengerti bahwa dunia ini f a n a

Tarian Aurora

Mungkin saya adalah orang yang harus berhati-hati untuk menceritakan masalah pribadi di blog ini, dunia tanpa batas yang tak tahu siapa sangka kami lihat? Untuk masalah ini, oke deh.. saya mau berbagi. Niatnya bukan buka-bukaan masalah, just share my experiences in this unpredictable world! Perasaan saya hari ini sangatlah berbeda dengan perasaan beberapa jam yang lalu. Sekarang tepat pukul 22.38 dan 6 jam yang lalu adalah pukul 16.38 saat saya sedang resah, entah kepala ini begitu pening. Parahnya lagi, saya anti sekali dengan obat pusing yang beli di warung, hehe . Sepertinya saat itu hati dan jiwa benar-benar gersang. Mungkin mengingat bacaan lebih baik, tapi saya salah, suara saya tertahan, serak, bahkan tak mau mengakui bahwa saya lagi sakit tenggorokan . Berusaha merebahkan badan di atas kursi ruang tamu. Mulai mengingat yang mencipta kehidupan ini. Tapi tetap saja, justru saya dihadirkan suasana yang memilukan. Dilema, itulah yang terjadi. Harusnya saat itu saya ada di masjid,...