Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ilmu

Mr. Win, How do you come from?

Adalah pertemuan yang tidak sengaja. Diawali dengan  mengendus-ngendus di pertanaman kentang untuk menemukan adakah gerangan kehidupan lain di balik rimbunnya dedaunan? Adalah bapak-bapak tua yang sedang sibuk mengayuh sabitnya seraya menunduk mencari rerumputan tak berdosa. "Pak, umur tanaman ini berapa ya?" tanya si bocah tolol yang suka basa-basi. "I'm sorry, I can't speak Indonesia" Glekkk. Apakah bapak tua ini mengajak bercanda atau sekedar mengetes? "Oh. I see." jawabku agak penasaran. "Where are you come from?" si Bapak bertanya "Ehh. From Java, I mean Jogja." Then bla bla bla. Adalah Bapak tua yang bernama Mr. Win asli Kledung. Merasa pernah menginjak benua Kangguru selama 3 tahun. Bercerita pernah bersekolah di universitas seperti kami. "You are good in English because you are in university like me!" he said. Adalah Mr. Win, baru beberapa menit berkenalan langsung mengajak kami menjadi "...

Islam dan Hama Penyakit

sumber : id.wikipedia.org Kasus di Irlandia bagi mahasiswa Hama dan Penyakit tidak pernah terlupakan. Seakan-akan telah menjadi akar rumput dari berkembangnya fitopatologi.  Kegagalan panen yang membuat berjuta orang mati kelaparan dan bermigrasi besar-besaran, siapa yang tidak menaruh perhatian? Bersyukur bahwa  Phytophtora infestans  telah menyadarkan setiap bangsa untuk lebih menghargai tanaman dan pangan, alam serta ilmu yang dianugerahkan Allah. Dari kasus tersebut, ada hal yang menarik selain berjuta-juta orang yang bermigrasi ke Amerika Serikat. Apa hayo? Dahulunya masyarakat memandang bahwa setiap bencana yang ada (termasuk gagal panen) adalah kemurkaan dewa, Tuhan maupun keberadaan makhlus halus. Tidak heran jika banyak masyarakat yang melakukan ritual-ritual untuk mengusir para roh jahat. Seiring waktu, hal tersebut dibantah oleh ilmu pengetahuan masa kini yang membuktikan adanya suatu "makhluk halus" yang lain, bukan suatu roh jahat seperti per...

Tips Memulai Usaha untuk Mahasiswa

Status mahasiswa sayang banget kalau gak dimanfaatin buat wirausaha. Banyak sekali peluang berwirausaha jika kamu menyandang status sebagai mahasiswa. Berwirausaha selagi muda itu banyak mengajarkan kita pengalaman hidup yang ujung-ujungnya membuat sikap kita menjadi bijaksana. Kamu akan tahu betapa berharganya uang 500 perak setelah kamu berwirausaha, apalagi kalau selama ini kamu masih minta orang tua buat jajan, jalan-jalan, apalagi buat pacaran -_- haduh! Kamu bisa memulai usaha dengan berbagai cara. Semoga tips-tips ini membuat kamu makin semangat buat berwirausaha! 1. Cari Peluang Sekali-kali jadi mahasiswa gak cuma jalan-jalan habisin uang, kalau bisa jalan-jalan yang bisa nambah uang. Peluang untuk berwirausaha datang dari mana saja. Bisa saja waktu duduk termenung tiba-tiba ada ide muncul (ya keles :o). Kamu bisa melihat lingkungan di sekitarmu, sebenernya apa sih yang mereka butuhkan? Apakah ada barang yang gak guna bisa jadi duit? Di sekitar kamu sentra usaha apa? Ada...

Antara Penyakit Tumbuhan dan Penyakit Diri

Sumber:oliverk.org Tahu nggak ini taneman kena penyakit apa? Nama penyakitnya fasiasi, dengan gejala batang jadi melengkung dan gepeng! Alias nggak bulat lagi. Mungkin aku sekarang lagi kena fasiasi juga -_- Diare oh diare, you've made me being "the weakest people"

Please, don't judge anymore!

Saya pernah menuliskan sebuah artikel "konspirasi kampus" dan memang tema itu sempet nge- hit di kalangan teman-teman mahasiswa baru. Sampai-sampai saya dibanjiri banyak pertanyaan :3.  Tapi kita tidak akan membahas itu, ya. Siapa yang gak mau jadi mahasiswa? Bagi sebagian orang, menyandang status mahasiswa itu terkesan "high class", serasa seperti orang "berilmu" dan bukan pengangguran. Bagi yang merantau (terutama dari sudut Indonesia, hehe) , jadi seorang mahasiswa seperti sebuah kebanggaan karena mereka yang kelak akan memajukan daerah mereka, menjadi bagian penting dari sejarah kampung halaman #cie. Setelah menjalani kehidupan kampus -1 tahun berlalu-, banyak mahasiswa yang secara sadar atau tidak sadar men- judge teman-temannya dengan sebutan "kupu-kupu" (kuliah pulang-kuliah pulang), ada juga "kura-kura" (kuliah rapat-kuliah rapat), "kunang-kunang" (kuliah nangkring-kuliah nangkring), "kuda-kuda" (kulia...

Gregor Mendel

Siapa yang tidak mengenal Gregor Mendel atau lebih dikenal dengan Mendel? Sosok ilmuwan penemu teori genetika inilah yang selama ini kita kenal dengan percobaan Pisum sativum -nya. Mendel tidak mendapatkan nilai baik pada pelajaran matematika dan fisika. Namun ia mampu menemukan riset yang membuat pelajaran genetika penuh dengan angka, huruf atau simbol. Siapa yang tahu, bahwa kerja keras Mendel untuk penemuan risetnya membutuhkan waktu 40 tahun untuk diakui dunia. Lekas setelah tujuh tahun lamanya melakukan riset tanaman ercis, ia mempublikasikan karyanya. Tak seorang pun yang menghargai dan menganggap penting karyanya hingga 40 tahun kemudian. Dan hingga saat ini, karyanya masih menjadi lembaran penting dalam buku genetika. Jadi, ketika karya kita tidak dihargai oleh orang lain, apakah kita akan berhenti untuk berkarya? Tunggu saja, hingga karya yang kita hasilkan dengan segala jerih payah akan menjadi amalan jariyah kita. Tabungan abadi di masa depan, insyaAlloh . Terins...