Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pertanian

Mr. Win, How do you come from?

Adalah pertemuan yang tidak sengaja. Diawali dengan  mengendus-ngendus di pertanaman kentang untuk menemukan adakah gerangan kehidupan lain di balik rimbunnya dedaunan? Adalah bapak-bapak tua yang sedang sibuk mengayuh sabitnya seraya menunduk mencari rerumputan tak berdosa. "Pak, umur tanaman ini berapa ya?" tanya si bocah tolol yang suka basa-basi. "I'm sorry, I can't speak Indonesia" Glekkk. Apakah bapak tua ini mengajak bercanda atau sekedar mengetes? "Oh. I see." jawabku agak penasaran. "Where are you come from?" si Bapak bertanya "Ehh. From Java, I mean Jogja." Then bla bla bla. Adalah Bapak tua yang bernama Mr. Win asli Kledung. Merasa pernah menginjak benua Kangguru selama 3 tahun. Bercerita pernah bersekolah di universitas seperti kami. "You are good in English because you are in university like me!" he said. Adalah Mr. Win, baru beberapa menit berkenalan langsung mengajak kami menjadi "...

Discover Banguntapan

Pasar Giwangan, ngapain ya?

Ceritanya lagi nemenin ibuk kulakan sayur buat Pasar Murah #Giwangan #PasarTani #PasarMurah

Please, don't judge anymore!

Saya pernah menuliskan sebuah artikel "konspirasi kampus" dan memang tema itu sempet nge- hit di kalangan teman-teman mahasiswa baru. Sampai-sampai saya dibanjiri banyak pertanyaan :3.  Tapi kita tidak akan membahas itu, ya. Siapa yang gak mau jadi mahasiswa? Bagi sebagian orang, menyandang status mahasiswa itu terkesan "high class", serasa seperti orang "berilmu" dan bukan pengangguran. Bagi yang merantau (terutama dari sudut Indonesia, hehe) , jadi seorang mahasiswa seperti sebuah kebanggaan karena mereka yang kelak akan memajukan daerah mereka, menjadi bagian penting dari sejarah kampung halaman #cie. Setelah menjalani kehidupan kampus -1 tahun berlalu-, banyak mahasiswa yang secara sadar atau tidak sadar men- judge teman-temannya dengan sebutan "kupu-kupu" (kuliah pulang-kuliah pulang), ada juga "kura-kura" (kuliah rapat-kuliah rapat), "kunang-kunang" (kuliah nangkring-kuliah nangkring), "kuda-kuda" (kulia...

Gregor Mendel

Siapa yang tidak mengenal Gregor Mendel atau lebih dikenal dengan Mendel? Sosok ilmuwan penemu teori genetika inilah yang selama ini kita kenal dengan percobaan Pisum sativum -nya. Mendel tidak mendapatkan nilai baik pada pelajaran matematika dan fisika. Namun ia mampu menemukan riset yang membuat pelajaran genetika penuh dengan angka, huruf atau simbol. Siapa yang tahu, bahwa kerja keras Mendel untuk penemuan risetnya membutuhkan waktu 40 tahun untuk diakui dunia. Lekas setelah tujuh tahun lamanya melakukan riset tanaman ercis, ia mempublikasikan karyanya. Tak seorang pun yang menghargai dan menganggap penting karyanya hingga 40 tahun kemudian. Dan hingga saat ini, karyanya masih menjadi lembaran penting dalam buku genetika. Jadi, ketika karya kita tidak dihargai oleh orang lain, apakah kita akan berhenti untuk berkarya? Tunggu saja, hingga karya yang kita hasilkan dengan segala jerih payah akan menjadi amalan jariyah kita. Tabungan abadi di masa depan, insyaAlloh . Terins...

INI CITA-CITA KU!

Cita-cita dan harapan, dua kata yang hampir bermakna sama. Saya lebih suka menyebutnya dengan cita-cita. Cita-cita dahulu dan kini memang bisa berbeda. Jika dahulu saya punya cita-cita untuk menjadi seorang dokter, maka hari ini saya tinggikan cita-cita saya, menjadi cita-cita yang menurut saya banyak ditinggalkan kaum anak-anak dan kaum dewasa saat ini. Ya, saya bercita-cita menjadi Doktor kemudian Professor! Mengapa saya bisa berkata bahwa cita-cita ini tidak banyak dilirik orang? Beberapa pekan lalu, saya hadir dalam sebuah forum mahasiswa. Setiap mahasiswa mengungkapkan cita-citanya. Saya waktu itu mendapat giliran terakhir setelah 20-an orang menyatakan cita-citanya. Tidak ada satupun cita-cita yang sama. Coba tebak, apa cita-cita mereka semua? Hampir semua bercita-cita sebagai seorang wirausahawan di bidang pertanian dan kuliner, sebagian lagi bercita-cita sebagai politisi dan menteri, bahkan istri menteri. Semua cita-cita yang dahulu sempat menggayut dalam pikiran saya. ...

Konspirasi Kampus, Akankah Berlanjut?

Sulit untuk menuliskan hal seperti ini. Bayangkan saja jika Anda sudah terlanjur punya seribu jawaban atas satu pertanyaan, maka jawaban mana yang Anda pilih? Menjadi mahasiswa awal di kampus adalah kebahagiaan tersendiri bagi beberapa orang. Tidak terkecuali saya, menjadi mahasiswa baru berarti menjelajahi konspirasi kampus. Baiklah, kita mulai perjalanan kita... FORMULIR "KEPO" Memasuki gerbang utama kampus saat pendaftaran awal adalah hal yang menarik buat saya. Ya, konspirasi kampus telah dimulai. Hal pertama yang dilakukan adalah mengisi banyak sekali formulir. Teringat apa yang saya lakukan pada adik kelas saya sewaktu mereka baru masuk ke SMA. "Dek tolong diisi angketnya ya". Padahal angket tersebut bukan resmi dari sekolah tetapi buatan kita-kita yang mau kepo adik-adik siswa baru. Hal ini pula yang terjadi pada diri saya saat menjadi mahasiswa baru. Mengisi formulir inilah, mengisi angket inilah. Mungkin juga yang ngasih formulir atau an...

Mengapa Tidak Memilih Pertanian?

Hai, apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik dan senantiasa optimis! Perkenalkan, saya mahasiswa Fakultas Pertanian di salah satu universitas di Yogyakarta. Jurusan saya hanya ada dua di Indonesia, silahkan tebak jurusan apa yang saya ambil :) Well, menentukan jurusan memang tidak mudah teman. Butuh kematangan dalam berpikir, emosi yang stabil, dan kesesuaian dengan "signal" dari Tuhan. Because your choice is your future.. Tidak khayal jika teman-teman memilih jurusan yang paling baik dipandang orang, jurusan yang mampu membuat orang lain berkata "Wow, keren banget kamu bisa masuk jurusan itu.". Tapi tidak semua orang punya niat seperti itu, ada banyak orang yang masuk Fakultas Kedokteran (Pendidikan Dokter) dan Fakultas Kedokteran Gigi misalnya, berniatan untuk menjadi seorang dokter yang baik dan dermawan untuk memberikan pelayanan medis terbaik siapapun pasiennya. Selain dunia medis, Fakultas Teknik juga menjadi incaran banyak orang, saya be...