Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kuliah

Baca Buku

Akhir-akhir ini terasa ada yang mengganjal. Saya merasa jadi orang yang "nggak dan malas berprogress". Rutinitas ke kampus (masuk laboratorium, mengerjakan proposal, atau sekedar ngobrol kesana-sini) membuat diri ini jadi orang yang "stagnan", "biasa-biasa aja". Baru tadi siang saya pergi ke Klinik (ketemu dokter ganteng hehe), rasa lelah dan mumet lumayan sudah hilang di sore ini. Entah karena the miracle of doctor atau efek obatnya (yang benar semua karena kehendak Allah hehe). Baiklah, sore ini saya memutuskan pergi ke Perpustakaan Alternatif Kota Yogyakarta (Pervita). Saya menulis ini di perpustakaan setelah usai mengirim Rancangan Anggaran Belanja untuk proposal tesis yang diajukan ke universitas.Ya begitulah, menjadi mahasiswa pascasarjana nggak semudah yang dibayangkan. Teringat dokter tadi siang berkata "Cuma kelelahan aja, istirahat yang cukup". Padahal aslinya, saya bukan tipe-tipe yang mau nglembur, hanya sesekali dalam seminggu tid...

Islam dan Hama Penyakit

sumber : id.wikipedia.org Kasus di Irlandia bagi mahasiswa Hama dan Penyakit tidak pernah terlupakan. Seakan-akan telah menjadi akar rumput dari berkembangnya fitopatologi.  Kegagalan panen yang membuat berjuta orang mati kelaparan dan bermigrasi besar-besaran, siapa yang tidak menaruh perhatian? Bersyukur bahwa  Phytophtora infestans  telah menyadarkan setiap bangsa untuk lebih menghargai tanaman dan pangan, alam serta ilmu yang dianugerahkan Allah. Dari kasus tersebut, ada hal yang menarik selain berjuta-juta orang yang bermigrasi ke Amerika Serikat. Apa hayo? Dahulunya masyarakat memandang bahwa setiap bencana yang ada (termasuk gagal panen) adalah kemurkaan dewa, Tuhan maupun keberadaan makhlus halus. Tidak heran jika banyak masyarakat yang melakukan ritual-ritual untuk mengusir para roh jahat. Seiring waktu, hal tersebut dibantah oleh ilmu pengetahuan masa kini yang membuktikan adanya suatu "makhluk halus" yang lain, bukan suatu roh jahat seperti per...

Ternyata Mereka Kaget Jugak

Suatu pagi -pagi banget- saat kami mengerjakan (lebih tepatnya menjahit)  something . Salah satu kakak kelas saya membuka hapenya dan memutar musik. Dan saya ngomong ke mereka. "Btw, aku gak pernah dengerin musik yang beginian, musik barat, musik cinta, menurutku itu bikin galau" "Haaahh masak sihh" "Haaahh masak sihh" ya Alloh, semua pada jawab gitu :3 Terus ada yang nambahi "Aku tiap ngerjain laporan pasti sambil ndengerin musik." Oh gitu ya, baru tahu kalau pada "kerja" biasanya sambil ndengerin musik, baru tahu. Ada yang nambahi juga "Kalau aku dengerin musik galau, malah jadi nggak galau" Oh gitu ya, baru tahu. Okelah, tapi tetep aja aku nggak doyan musik begituan, mungkin itu jawabanku kalau diajak karaoke-an. Aku nggak tahu ya gimana tanggepan orang-orang yang udah kenal aku lama, kalau seorang Itak karokean. Kenal musik aja kagak :3 Kuliah, kuliah Mahasiswa, mahasiwa Dasar itak cupu -_-

Antara Penyakit Tumbuhan dan Penyakit Diri

Sumber:oliverk.org Tahu nggak ini taneman kena penyakit apa? Nama penyakitnya fasiasi, dengan gejala batang jadi melengkung dan gepeng! Alias nggak bulat lagi. Mungkin aku sekarang lagi kena fasiasi juga -_- Diare oh diare, you've made me being "the weakest people"

INI CITA-CITA KU!

Cita-cita dan harapan, dua kata yang hampir bermakna sama. Saya lebih suka menyebutnya dengan cita-cita. Cita-cita dahulu dan kini memang bisa berbeda. Jika dahulu saya punya cita-cita untuk menjadi seorang dokter, maka hari ini saya tinggikan cita-cita saya, menjadi cita-cita yang menurut saya banyak ditinggalkan kaum anak-anak dan kaum dewasa saat ini. Ya, saya bercita-cita menjadi Doktor kemudian Professor! Mengapa saya bisa berkata bahwa cita-cita ini tidak banyak dilirik orang? Beberapa pekan lalu, saya hadir dalam sebuah forum mahasiswa. Setiap mahasiswa mengungkapkan cita-citanya. Saya waktu itu mendapat giliran terakhir setelah 20-an orang menyatakan cita-citanya. Tidak ada satupun cita-cita yang sama. Coba tebak, apa cita-cita mereka semua? Hampir semua bercita-cita sebagai seorang wirausahawan di bidang pertanian dan kuliner, sebagian lagi bercita-cita sebagai politisi dan menteri, bahkan istri menteri. Semua cita-cita yang dahulu sempat menggayut dalam pikiran saya. ...

Konspirasi Kampus, Akankah Berlanjut?

Sulit untuk menuliskan hal seperti ini. Bayangkan saja jika Anda sudah terlanjur punya seribu jawaban atas satu pertanyaan, maka jawaban mana yang Anda pilih? Menjadi mahasiswa awal di kampus adalah kebahagiaan tersendiri bagi beberapa orang. Tidak terkecuali saya, menjadi mahasiswa baru berarti menjelajahi konspirasi kampus. Baiklah, kita mulai perjalanan kita... FORMULIR "KEPO" Memasuki gerbang utama kampus saat pendaftaran awal adalah hal yang menarik buat saya. Ya, konspirasi kampus telah dimulai. Hal pertama yang dilakukan adalah mengisi banyak sekali formulir. Teringat apa yang saya lakukan pada adik kelas saya sewaktu mereka baru masuk ke SMA. "Dek tolong diisi angketnya ya". Padahal angket tersebut bukan resmi dari sekolah tetapi buatan kita-kita yang mau kepo adik-adik siswa baru. Hal ini pula yang terjadi pada diri saya saat menjadi mahasiswa baru. Mengisi formulir inilah, mengisi angket inilah. Mungkin juga yang ngasih formulir atau an...

Antara UKT dan BIDIK MISI

Ada fenomena yang menarik di kampus saya. Jika banyak orang berlomba-lomba buat dapet bidikmisi, di kampus saya gak perlu nangis berlumuran darah untuk dapet bidikmisi. Cukup bermodalkan yakin pada diri bahwa kita masuk ke kriteria bidikmisi, serrrrrr jadilah bidikmisi ada di tangan (tentu tetep pake syarat yang berlaku, gak asal dapet). Hal itu bisa terjadi karena kuota bidikmisi di kampus saya banyak banget, istilahnya "turah-turah" alias "sisa-sisa". Tidak dipungkiri, ada perasaan iri dari pembayar UKT (istilah untuk mahasiswa yang bukan bidikmisi)  pada mahasiswa yang mendapat bidik misi. UKT sendiri adalah Uang Kuliah Tunggal dimana mahasiswa "tinggal" membayar setiap semester dengan nominal yang sama tanpa ada uang muka di semester pertama. Jika di fakultas saya, pembayar UKT harus membayar Rp5.300.000,- tiap semester sedangkan bidikmisi gratis. Sebagai salah seorang pembayar UKT, saya sih gak merasa iri-iri amat. Justru saya bersyukur saja, bany...

Mengapa Tidak Memilih Pertanian?

Hai, apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik dan senantiasa optimis! Perkenalkan, saya mahasiswa Fakultas Pertanian di salah satu universitas di Yogyakarta. Jurusan saya hanya ada dua di Indonesia, silahkan tebak jurusan apa yang saya ambil :) Well, menentukan jurusan memang tidak mudah teman. Butuh kematangan dalam berpikir, emosi yang stabil, dan kesesuaian dengan "signal" dari Tuhan. Because your choice is your future.. Tidak khayal jika teman-teman memilih jurusan yang paling baik dipandang orang, jurusan yang mampu membuat orang lain berkata "Wow, keren banget kamu bisa masuk jurusan itu.". Tapi tidak semua orang punya niat seperti itu, ada banyak orang yang masuk Fakultas Kedokteran (Pendidikan Dokter) dan Fakultas Kedokteran Gigi misalnya, berniatan untuk menjadi seorang dokter yang baik dan dermawan untuk memberikan pelayanan medis terbaik siapapun pasiennya. Selain dunia medis, Fakultas Teknik juga menjadi incaran banyak orang, saya be...