Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label poet

Sempurna #2

Bukan hal yang sulit bagi pujangga untuk menulis kata cinta Bukan hal yang sulit bagi petugas pemadam api untuk meledakkan ratusan kubik air Bukan hal yang sulit bagi dokter untuk membelah tubuh manusia Tetapi menjadi berat jika Para pujangga harus membelah tubuh manusia Para pemadam kebakaran harus menuliskan kata-kata cinta yang syahdu Para dokter harus menjinakkan api dengan ratusan kubik air Tetapi menjadi mungkin jika Seorang pujangga adalah tabib dahulunya Seorang pemadam kebakaran punya sejuta puisi cinta yang tak pernah dipublikasikan Seorang dokter yang tiap hari memikul beban berat, menelusuri perbukitan curam, menyelamatkan nyawa manusia Manusia punya batas, tetapi tak terbatas untuk melakukan apapun!

Sempurna

Mengapa manusia enggan mengakui kesempurnaannya? Bukankah Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna? Terkadang ia lupa dengan kesempurnaannya Selalu berharap lebih untuk mendapatkan sesuatu yang membuat ia terlihat sempurna Seakan-akan ia tak akan jadi sempurna tanpanya Ia berlomba menjadi pemenang Tapi lupa untuk apa ia menang, untuk apa ia berlomba Jika yang diinginkan hanyalah "kesempurnaan" Ia lupa bahwa ia telah sempurna Kesempurnaan itulah yang ia miliki Tapi tak kemudian terlena dengan kesempurnaanya Ia harus menjadikan dirinya lebih sempurna lagi Tanpa harus meninggalkan kesempurnaannya yang dulu Tanpa meninggalkan hakikat hidup, untuk apa ia hidup, untuk apa ia harus lebih sempurna

Doaku

Mohon dengarkan  aku malam ini Untuk ringankan langkah kaki dengarkanlah Doaku semoga aku tak terlambat memberi yang terbaik dari hidupku Semoga Kau terima semua ibadahku Masukkanlah diriku untuk kekal di Surga-Mu Mohon pilihkan dari yang kupinta Pilih yang terbaik untukku Doaku…. Doaku semoga aku tak terlambat Memberi yang terbaik dari hidupku Semoga Engkau terima semua ibadahku Masukkanlah diriku untuk kekal di Surga-Mu Doaku-Ali Sastra

Bidadari Tak Bersayap

Menemukanmu

Menemukan dirimu adalah anugrah kehidupan yang indah Meski hanya menemukanmu, tak lebih dari melihat kau terlahir di dunia. Mengenal dirimu adalah anugrah kehidupan yang megah Meski hanya mengenalmu, tak lebih dari tahu siapa dirimu. Melihat dirimu adalah anugrah kehidupan yang begitu manis Meski hanya melihatmu, tak lebih dari ucapan singkat. Aku, kau, tak akan sama Meski hati tak pernah bersatu, tak ada yang menjamin bahwa... Pemilik hatilah yang menyatukan Kau percaya itu? ----ini puisi bukan ngungkapin ati gueeeeeeeee, cuma coba jadi penyair cinta -_______-, inspired from Opick's lyric.----

Menulislah

Percaya deh, menulis itu nggak butuh bakat. Anak SD saja bisa menulis, apalagi anak TK -,- Yakin deh, menulis itu membuat hati plong Coba deh, menulislah mulai saat ini juga, kau suka menulis apa? Lakukan saja Jangan lah, menulis hanya karena ingin dapet uang, tapi dapet fulus #plak Hindari lah, menulis karena ingin dipuji atau dapat penghargaan Mati lah, habis kata-kata saya

syair keimanan :'(

 Andai matahari di tangan kananku Takkan mampu mengubah yakinku Terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati Bilakah rembulan di tangan kiriku Takkan sanggup mengganti imanku Jiwa dan raga ini apapun adanya Andaikan seribu siksaan terus melambai-lambaikan derita yang mendalam Seujung rambut pun aku takkan bimbang jalan ini yang kutempuh Bilakah ajal kan menjelang jemput rindu-rindu Syahid yang penuh kenikmatan Cintaku hanya untukMu tetapkan muslimku selalu

Kaulah Permata yang Hilang

Tulisan ini dibuat untuk orang yang spesial, di luar sana, mungkin sedang berjuang keras untuk menyiapkan Ujian Nasional yang tinggal beberapa bulan lagi. Saudariku.. Yang pertama aku ingin minta maaf atas kelalaian masa laluku, Yang membuat bekas luka di hati, Waktu itu aku memang egois, tak pernah menghargai orang lain Dulu.. yang ku mau adalah ‘aku yang terhebat’ Maaf.. karena aku baru menyadarinya belakangan ini, dari seseorang yang menyatakan keresahan hati saudariku ini tanpa menyebutkan siapa yang membuat resah. Seketika itu aku sadar, Mulai berpikir, dan akulah yang meresahkan saudariku ini Membuat hatinya tertusuk oleh pengorbanan yang dilakukan… Andai aku tahu dari dulu… ah.. buat apa menyesal? Namun yakinlah saudariku… Engkau adalah akhwat terhebat, yang membuat aku tahu arti kasih sayang. Allah sangat sayang padamu, Allah telah menunjuk engkau tuk jadikan aku tahu segalanya… Sesuatu yang membuat aku menyadari… akulah manusia yang bangga dengan kesombongannn...

Celupkan Jarimu Ke Air Lautan (Taufiq Ismail)

Bertanya seseorang pada junjungan kita; Wahai Rasulullah tercinta Bandingkan dunia kini dengan akhirat nanti Menjawab Rasulullah Sallallahu’alaihiwassalam; Celupkan jarimu ke air lautan Air yang menetes dari ujung jarimu Itulah dunia seisinya Air yang selebihnya di lautan Air yang seluruh di samudra Itulah akhirat nanti Wahai alangkah kecil arti dunia Wahai alangkah kerdil arti dunia Wahai alangkah remeh arti dunia Wahai alangkah wahai Tak berartinya dunia Yang mengejar akhirat Akan mendapatkan akhirat dan dunia Yang mengejar dunia Cuma mendapat dunia

Berawal dari inilah saya berjuang...

Awal yang panjang ini mulai menandai hidup penuh keberkahan Melewati secercah harapan nan kepastian. Antunna semua hadir dalam diri ini Mengajak saya mulai berirama membentuk sebuah misi kebaikan, tapi,,, wajah ini tak bisa. belum bisa.. terpatri dengan mu, melebur dengan mu Aku hanyalah sosok perindu Tuhan yang menangkis halauan cahaya suci dari setitik perjuanganmu Antunna benar.. itu adalah sesuatu yang haq. Tapi jiwa ini masih merunduk dengan hal itu Aku katakan, ya aku setuju Tapi, apa kata? Perjuangan anutunna sekalian membuat kami berada pada titik negosiasi keutamaan ideologitas Aku tetap yakin Bahwa sekarang, yang saya tekuni adalah jalan hidup yan telah kupilih Terangkai bersama dengan ikatan indah, lara, harapan, ketidakpastian Menanti sebuah golongan yang benar yang dijanjikan Allah saya bangga.. sebagai... kadermu... wahai Dahlan sang Pencerah, pengajak yang haq, pencegah kemungkaran dan seperti katamu "saya tidak pernah berpikiran sebera...