Langsung ke konten utama

Postingan

JOSH, This is My Story

Mungkin bagi sebagian orang perjalanan cinta menjadi sebuah hak yang layak untuk diketahui semua orang. Menceritakannya pada orang-orang terdekat, tertawa, senang, bahkan hingga sedih, menangis! Bagi saya, perjalanan cinta ini terlalu sulit untuk dipahami. Hanya bisa diam dan menapaki hidup, tanpa pahit manisnya cinta. Itulah mengapa saya begitu mengagumi rasa cinta. Meraba apakah itu cinta dan memberikan spekulasi apa yang terjadi soal cinta. Memahami rasa cinta bukanlah sekedar berucap kata cinta, lebih dari itu. Memaknai cinta ibarat mengayunkan kaki dalam ombak yang menyeret tubuh. Perlu bertahan dari terpaan ombak, perlu bertahan untuk memahami arti cinta sebenarnya. Tidak sulit bagi saya untuk memutuskan menggunakan status ini, sampai saya menemukan "cinta" itu. Status yang membuat saya merasa menjadi orang-orang biasa bahkan sangat biasa. Status ini membuat saya mudah dalam menapaki hidup, mengukir secuil penghargaan, berteman dengan banyak orang-orang sholih dan s...

Gregor Mendel

Siapa yang tidak mengenal Gregor Mendel atau lebih dikenal dengan Mendel? Sosok ilmuwan penemu teori genetika inilah yang selama ini kita kenal dengan percobaan Pisum sativum -nya. Mendel tidak mendapatkan nilai baik pada pelajaran matematika dan fisika. Namun ia mampu menemukan riset yang membuat pelajaran genetika penuh dengan angka, huruf atau simbol. Siapa yang tahu, bahwa kerja keras Mendel untuk penemuan risetnya membutuhkan waktu 40 tahun untuk diakui dunia. Lekas setelah tujuh tahun lamanya melakukan riset tanaman ercis, ia mempublikasikan karyanya. Tak seorang pun yang menghargai dan menganggap penting karyanya hingga 40 tahun kemudian. Dan hingga saat ini, karyanya masih menjadi lembaran penting dalam buku genetika. Jadi, ketika karya kita tidak dihargai oleh orang lain, apakah kita akan berhenti untuk berkarya? Tunggu saja, hingga karya yang kita hasilkan dengan segala jerih payah akan menjadi amalan jariyah kita. Tabungan abadi di masa depan, insyaAlloh . Terins...

Tentang Profile Picture

Tujuan saya menulis artikel ini untuk menjawab beberapa pertanyaan teman-teman, sahabat, kerabat atau orang yang "berteman" dengan saya di facebook maupun jejaring sosial lainnya. Pertanyaan yang sejak SMA sampai sekarang selalu eksis . Pertanyaannya simpel, " Tak (panggilan akrab ke saya), kok facebook-mu nggak ada fotonya?" atau " Tak, kok pp-mu ( profile picture ) kamu nggak kamu kasih fotomu?" atau " Tak , kok foto di facebookmu hadapnya ke belakang?". Terkadang saya iseng menjawab seperti ini, " Hayo coba tebak kenapa?". Alhasil jawaban mereka penuh dengan dugaan. Ada yang bilang, "Takut digodain sama cowok, ya?". Kalau jawabannya begitu saya jawab, "Kayak nggak ada perempuan lain aja yang digodain". Ada juga yang gantian iseng menjawab, "Apa kamu menyembunyikan kecantikanmu? Tapi kan kamu nggak cantik." Wah, kalau yang ini jawabannya jlep jlep jlep, sakitnya itu di sini (sambil nunjuk ke atas -be...

Hidup secangkir kopi

sumber gambar : kolom abatasa.co.id Dalam islam, kehidupan manusia di dunia tidak akan pernah abadi. Setiap jiwa akan merasakan kematian, bukan hanya manusia saja melainkan seluruh makhluk hidup yang bernyawa. Terkadang kita merenung, mengapa kita diciptakan untuk hidup di dunia ini? Mengapa harus ada kematian? Mengapa Alloh menciptakan syurga dan neraka? Semua pertanyaan tersebut layak ditanyakan oleh tiap manusia yang ingin mengerti hakikat hidup sebenarnya. Jawaban yang paling sempurna adalah jawaban langsung dari pencipta kehidupan. Siapa lagi kalau bukan Zat yang Maha segalanya, Alloh subhanahu wata'ala... وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (Adz-Dzariyat : 56) Ibarat bertamu di rumah orang lain, meminum segelas kopi dan pamit untuk pulang. Itulah kehidupan kita, begitu singkat. Kopi yang pahit dicampur dengan gula yang manis, kehidupan yang terkadang sulit namu...

INI CITA-CITA KU!

Cita-cita dan harapan, dua kata yang hampir bermakna sama. Saya lebih suka menyebutnya dengan cita-cita. Cita-cita dahulu dan kini memang bisa berbeda. Jika dahulu saya punya cita-cita untuk menjadi seorang dokter, maka hari ini saya tinggikan cita-cita saya, menjadi cita-cita yang menurut saya banyak ditinggalkan kaum anak-anak dan kaum dewasa saat ini. Ya, saya bercita-cita menjadi Doktor kemudian Professor! Mengapa saya bisa berkata bahwa cita-cita ini tidak banyak dilirik orang? Beberapa pekan lalu, saya hadir dalam sebuah forum mahasiswa. Setiap mahasiswa mengungkapkan cita-citanya. Saya waktu itu mendapat giliran terakhir setelah 20-an orang menyatakan cita-citanya. Tidak ada satupun cita-cita yang sama. Coba tebak, apa cita-cita mereka semua? Hampir semua bercita-cita sebagai seorang wirausahawan di bidang pertanian dan kuliner, sebagian lagi bercita-cita sebagai politisi dan menteri, bahkan istri menteri. Semua cita-cita yang dahulu sempat menggayut dalam pikiran saya. ...

Rezeki implisit

Akhir-akhir ini saya melupakan sebuah hal yang sangat penting. Sayangnya, saya baru menyadari ini setelah keadaan saya seperti ini. Rezeki, jodoh dan kematian telah digariskan Alloh. Sebagai manusia, kita hanya dituntut untuk selalu berdoa dan berusaha. Rezeki? Terkadang kita hanya berpikir bahwa rezeki hanyalah berwujud harta benda. Saat kita merasa cukup dengan harta benda yang kita miliki, permohonan rezeki kepada-Nya justru semakin pudar Seakan-akan nikmat rezeki hanyalah harta benda yang kasat mata. Lantas, pantaskah kita tak berdoa hanya karena harta benda kita sudah cukup? Sejatinya rezeki tidak sebatas dengan harta benda. Bagaimana jika hari ini kita melihat saudara kita yang terbaring sakit sedangkan diri kita masih mampu berjalan tegak? Bagaimana jika hati kita bergejolak karena rasa ketentraman telah dihilangkan? Sungguh manusia sangat ingkar ketika sehat ia tak berdoa pada Allah agar ia tetap sehat. Sungguh manusia sangatlah hina, saat hatinya tenang dan tentram, ia ti...

Hujan - Ali Sastra

Dengarkan syahdunya  di soundcloud Ali Sastra