Langsung ke konten utama

Sempurna

Mengapa manusia enggan mengakui kesempurnaannya?
Bukankah Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna?
Terkadang ia lupa dengan kesempurnaannya
Selalu berharap lebih untuk mendapatkan sesuatu yang membuat ia terlihat sempurna
Seakan-akan ia tak akan jadi sempurna tanpanya
Ia berlomba menjadi pemenang
Tapi lupa untuk apa ia menang, untuk apa ia berlomba
Jika yang diinginkan hanyalah "kesempurnaan"
Ia lupa bahwa ia telah sempurna
Kesempurnaan itulah yang ia miliki
Tapi tak kemudian terlena dengan kesempurnaanya
Ia harus menjadikan dirinya lebih sempurna lagi
Tanpa harus meninggalkan kesempurnaannya yang dulu
Tanpa meninggalkan hakikat hidup, untuk apa ia hidup, untuk apa ia harus lebih sempurna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celupkan Jarimu Ke Air Lautan (Taufiq Ismail)

Bertanya seseorang pada junjungan kita; Wahai Rasulullah tercinta Bandingkan dunia kini dengan akhirat nanti Menjawab Rasulullah Sallallahu’alaihiwassalam; Celupkan jarimu ke air lautan Air yang menetes dari ujung jarimu Itulah dunia seisinya Air yang selebihnya di lautan Air yang seluruh di samudra Itulah akhirat nanti Wahai alangkah kecil arti dunia Wahai alangkah kerdil arti dunia Wahai alangkah remeh arti dunia Wahai alangkah wahai Tak berartinya dunia Yang mengejar akhirat Akan mendapatkan akhirat dan dunia Yang mengejar dunia Cuma mendapat dunia

INI CITA-CITA KU!

Cita-cita dan harapan, dua kata yang hampir bermakna sama. Saya lebih suka menyebutnya dengan cita-cita. Cita-cita dahulu dan kini memang bisa berbeda. Jika dahulu saya punya cita-cita untuk menjadi seorang dokter, maka hari ini saya tinggikan cita-cita saya, menjadi cita-cita yang menurut saya banyak ditinggalkan kaum anak-anak dan kaum dewasa saat ini. Ya, saya bercita-cita menjadi Doktor kemudian Professor! Mengapa saya bisa berkata bahwa cita-cita ini tidak banyak dilirik orang? Beberapa pekan lalu, saya hadir dalam sebuah forum mahasiswa. Setiap mahasiswa mengungkapkan cita-citanya. Saya waktu itu mendapat giliran terakhir setelah 20-an orang menyatakan cita-citanya. Tidak ada satupun cita-cita yang sama. Coba tebak, apa cita-cita mereka semua? Hampir semua bercita-cita sebagai seorang wirausahawan di bidang pertanian dan kuliner, sebagian lagi bercita-cita sebagai politisi dan menteri, bahkan istri menteri. Semua cita-cita yang dahulu sempat menggayut dalam pikiran saya. ...