Langsung ke konten utama

Waduk Sermo, Surga yang Terlupa dari Yogyakarta

(tiba2 nemu tulisan ini, ditulis tahun 2014 untuk oprec Majalah Kuntum, edit sedikit karna tarif naik *LOL*)


Seperti Sobat tahu, Yogyakarta memang selalu mengikat wisatawan dengan tempat wisata yang beragam. Mulai dari lautnya yang berombak, wisata sejarah, dan ragam budaya yang masih dilestarikan. Namun siapa sangka, pemandangan alam menawan dengan hamparan wisata akuatik bisa Sobat jumpai disini . Waduk Sermo, begitulah masyarakat setempat menyebut kawasan wisata ini. Terletak 42 kilometer dari kota Yogyakarta, membuat Waduk Sermo masih mempertahankan kealamiannya. Hamparan hijau daratan siap menyapa setiap pengunjung yang hadir untuk menikmati keindahan alam. Duduk di gazebo-gazebo kecil sambil memandangi lautan air tawar bisa menjadi alternatif menikmati pemandangan air yang begitu luas. Selain itu, perahu berkapasitas tiga puluh orang juga senang hati mengantarkan pengunjung untuk sekedar bekeliling waduk atau memanjakan mata.
Memasuki kawasan ini, pengunjung hanya diminta membayar tiket sebesar Rp5000/orang. Untuk menaiki perahu wisata cukup membayar Rp10000/orang. Lumayan murah, kan? Bagi yang takut naik perahu, tenang Sob, disini disediakan pelampung dan tim SAR yang siap siaga! Jika ingin berkeliling waduk dengan menggunakan kendaraan sendiri memang cukup melelahkan. Bayangkan saja Sob, keliling waduk ini sama dengan menempuh jarak 29 kilometer!
Waduk yang kedalamannya mencapai tiga puluh meter ini terletak di Desa Hargotirto dan Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Untuk mencapai tempat ini, dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari kota Yogyakarta dengan kendaraan bermotor. Waduk Sermo merupakan salah satu kawasan konservasi alam Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dibangun sekitar tahun 1990-an, awal mula waduk ini berasal dari perkampungan lima dusun yang direlokasi pemerintah. Manfaat dari waduk ini adalah sumber air minum dan irigasi pertanian warga. Di daerah ini pula, tanaman durian dan manggis banyak dibudidayakan. Tak heran jika lingkungan hijau dan alami akan mudah ditemui di sini.
Selain pemandangan yang indah, wisata kuliner dengan menu ikan nila bisa Sobat temui di sini. Untuk menambah fasilitas pengunjung, rencananya di waduk ini akan dibangun dermaga-dermaga kecil dan kolam renang. Kini, banyak juga pengunjung yang tidak sekedar berwisata namun juga melakukan kegiatan asyik seperti memancing. Nah Sob, tunggu apa lagi? Waduk Sermo bisa jadi pilihan untuk berwisata asyik saat di Yogyakarta. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celupkan Jarimu Ke Air Lautan (Taufiq Ismail)

Bertanya seseorang pada junjungan kita; Wahai Rasulullah tercinta Bandingkan dunia kini dengan akhirat nanti Menjawab Rasulullah Sallallahu’alaihiwassalam; Celupkan jarimu ke air lautan Air yang menetes dari ujung jarimu Itulah dunia seisinya Air yang selebihnya di lautan Air yang seluruh di samudra Itulah akhirat nanti Wahai alangkah kecil arti dunia Wahai alangkah kerdil arti dunia Wahai alangkah remeh arti dunia Wahai alangkah wahai Tak berartinya dunia Yang mengejar akhirat Akan mendapatkan akhirat dan dunia Yang mengejar dunia Cuma mendapat dunia

INI CITA-CITA KU!

Cita-cita dan harapan, dua kata yang hampir bermakna sama. Saya lebih suka menyebutnya dengan cita-cita. Cita-cita dahulu dan kini memang bisa berbeda. Jika dahulu saya punya cita-cita untuk menjadi seorang dokter, maka hari ini saya tinggikan cita-cita saya, menjadi cita-cita yang menurut saya banyak ditinggalkan kaum anak-anak dan kaum dewasa saat ini. Ya, saya bercita-cita menjadi Doktor kemudian Professor! Mengapa saya bisa berkata bahwa cita-cita ini tidak banyak dilirik orang? Beberapa pekan lalu, saya hadir dalam sebuah forum mahasiswa. Setiap mahasiswa mengungkapkan cita-citanya. Saya waktu itu mendapat giliran terakhir setelah 20-an orang menyatakan cita-citanya. Tidak ada satupun cita-cita yang sama. Coba tebak, apa cita-cita mereka semua? Hampir semua bercita-cita sebagai seorang wirausahawan di bidang pertanian dan kuliner, sebagian lagi bercita-cita sebagai politisi dan menteri, bahkan istri menteri. Semua cita-cita yang dahulu sempat menggayut dalam pikiran saya. ...